7 Jenis-Jenis Makanan Burung Hantu

makanan burung hantu

Sebenarnya makanan burung hantu tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Bahkan makanan burung hantu juga memakan hewan-hewan kecil yang dapat temui dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selain itu, burung hantu juga memiliki kemampuan khusus dalam beradaptasi bersama sumber makanan yang ada di lingkungannya.

Dikarenakan burung hantu memiliki banyak jenis, tentu tipe makanannya juga bervariasi.

Disamping mementingkan makanan maupun cara memeliharanya, tak lupa juga kita sediakan kendang burung hantu yang lebih maksimal supaya burung menjadi lebih nyaman maupun leluasa.

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis makanan burung hantu yang dilansir dari Genemil.com:

1. Tikus

Burung hantu menjadi salah satu burung yang sering dipakai untuk hewan membasmi tikus untuk kalangan para petani.

Maka dari itu, ada banyak petani yang menggunakan burung hantu ini dalam menanggulangi serangan tikus yang lebih efektif jika dibandingkan oleh pengendalian tikus memakai racun tikus.

Selain itu, burung hantu juga bermanfaat menjadi predator alami tikus di persawahan.

Sebab tikus sawah juga menjadi salah satu hama mamalia, dimana biasanya yaitu hewan herbivora (pemakan tumbuhan).

2. Ikan lele

Untuk burung yang hidup di sekitaran sungai, tentunya ikan menjadi jenis makanan favoritnya. Sebab dengan kandungan gizi yang melimpah dari ikan menjadikan burung hantu tetap terjaga kesehatannya.

Burung hantu Bubo ketupu merupakan jenis burung hantu yang menyukai makanan yang hidup di air.

Dimana jenis burung ini mempunyai bulu yang unik pada bagian kepala dengan menyerupai daun telinga dan mempunyai badan medium.

3. Daging Ayam

Nah, selain ada Tikus dan Ikan tadi, ternyata daging ayam juga menjadi santapan favorit semua burung hantu. Jenis burung hantu ini sangat populer di inggris.

Sehingga daging ayam segar menjadikan pilihan alternatif bagi mereka pemelihara burung hantu mencari makanannya dengan mudah. Dimana bisa ditemukan di seluruh daerah.

Selain itu, burung hantu jenis ini juga seringkali memburu anakan unggas di alam liar sana.

4. Jangkrik

Tidak hanya suka memakan daging melainkan juga suka makan serangga kecil contohnya seperti jangkrik. Biasanya jenis burung hantu yang memakan jangkrik dikenal dengan nama Burung Oriental Bay Owl.

Selain itu, burung hantu ini mempunyai ciri khas mencolok yakni memiliki warna merah di kelopak matanya.

Selain itu, makanan Jangkrik ini juga sangat mudah ditemukan ketika malam hari. Maka tak salah juga kalau burung ini suka dengan makanan tersebut.

5. Kumbang besar

Selain jenis makanan yang sudah dijelaskan diatas, ternyata burung hantu juga suka berburu kumbang besar. Biasanya jenis burung hantu ini dikenal dengan nama Tawny Owl.

Sehingga sangat popular di inggris, tetapi cukup banyak orang di berbagai negara yang memeliharanya.

Kumbang Besar merupakan salah satu makanan berburu yang disukai oleh burung hantu.

Sebab menjadi makanan selingan untuk burung tersebut. Sedangkan di habitat liar ada banyak sekali makanan yang ditemui saat malam hari apalagi kumbang besar.

6. Burung pipit

Selanjutnya burung hantu juga menyukai burung pipit terutama yang berjenis Burung hantu Elang.

Dimana burung hantu ini mempunyai karakteristik fisik yang hampir mirip dengan elang putih. Selain itu, sangat sulit dipelihara sebab burung tersebut mempunyai tingkat stress yang tinggi.

Memberi makan burung pipit dan telur burung pipit bisa menurunkan stress pada burung hantu Elang tersebut.

Maka dari Itu saat ini banyak dijumpai penjual burung pipit, telur bersamaan dengan anaknya di toko burung.

7. Ulat hongkong

Tentunya ini tak asing lagi untuk para pecinta burung dengan Ulat Hongkong. Dimana jenis ulat ini menjadi makanan pendamping dan disukai oleh burung hantu.

Selain itu, ulat Hongkong berukuran kecil tersebut cocok buat si burung hantu, sebagai variasi makanannya.

Akan tetapi, burung hantu kebanykan memiliki badan yang kecil dan makanannya jangkrik. Selain itu, boleh juga diberi makan Ulat Hongkong, namun dengan porsi yang sangat kecil.

Disamping itu, ulat Hongkong juga mempunyai protein cukup tinggi. Karena hampir setara dengan jangkrik serangga lainnya.

Dimana pemberian ulat hongkong ini ada baiknya jika dilakukan sesuai dosis tertentu yakni 4 atau 7 hari sekali pada burung yang berusia chick serta 2 / 3 hari sekali pada burung dewasa.

Memang merawat burung hantu terbilang sangat praktis dan mudah, tetapi sifat Malam merupakan salah satu kesulitannya.

Sehingga tidak akan sia-sia apabila kita memelihara burung hantu ini sebab harga jual burung terbilang sangat eksotis dan mahal.